Teman-teman pembaca tentunya setuju dengan pernyataan bahwa "dunia anak adalah dunia bermain". Penulis memilih topik ini bukan sekedar untuk menarik minat para pembaca. Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia anak itu identik dengan dunia bermain, namun dapatkah anak bermain sambil belajar?
Perkembangan teknologi yang cukup pesat memberikan kesempatan belajar yang luas bagi anak di era digital seperti sekarang ini. Kenapa penulis sebut sebagai era digital tentunya tidak lepas dari fakta di lapangan bahwa segala aktivitas manusia tidak lepas dari apa yang penulis sebut sebagai digital activities. Secara digital, berbagai aktivitas dapat diselesaikan dalam ruang dan waktu yang tak terbatas; kapanpun dan dimanapun semua dapat terselesaikan. Kemudahan ini tentunya tidak lepas dari apa yang dikenal dengan istilah internet.
Internet telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, diantaranya, internet telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini seperti online shopping, banking, e-learning bahkan sarana bermain anak. Bermain di era digital seperti sekarang ini bukan lagi interaksi secara langsung sekelompok anak dalam ruang dan waktu yang bersamaan. Internet sebagai sumber informasi yang tak terbatas telah menyediakan berbagai aplikasi yang memungkinkan adanya interaksi antar pengguna internet baik secara interpersonal maupun massal tanpa terbatas ruang dan waktu. Secara bebas tersedia berbagai website-website pembelajaran yang dikemas dalam wadah permainan dan dapat diakses secara gratis. Salah satunya adalah world cup math (http://mrnussbaum.com/football/index.html).
World Cup Math adalah game dengan setting
permainan sepak bola yang dapat dimainkan dengan cara meng-klik salah satu pilihan
jawaban dari pertanyaan yang ditayangkan. Melalui menu utama, pemain dapat memilih
jenis soal dan atribut pemain bola. Jenis soal yang disediakan meliputi
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Bola dapat memasuki gawang
jika jawaban yang dipilih benar.
Apakah hanya world cup math saja yang dapat dijadikan rujukan anak bermain sambil belajar? TIDAK. Berbagai website pembelajaran lain tersedia secara gratis dan bebas akses. Akan tetapi berdasarkan kajian penulis terhadap beberapa website pembelajaran dan implementasinya pada beberapa siswa dan guru (khususnya SD danSMP), kendala bahasa adalah salah satu faktor yang dihadapi. Akankah menjadi masalah seterusnya? Tentunya tidak. Hal ini dapat diatasi dengan merancang students' learning guide yang salah satunya lembar kerja siswa (LKS) dimana anak dibimbing untuk belajar menggunakan website pembelajaran secara online.
Apakah hanya world cup math saja yang dapat dijadikan rujukan anak bermain sambil belajar? TIDAK. Berbagai website pembelajaran lain tersedia secara gratis dan bebas akses. Akan tetapi berdasarkan kajian penulis terhadap beberapa website pembelajaran dan implementasinya pada beberapa siswa dan guru (khususnya SD danSMP), kendala bahasa adalah salah satu faktor yang dihadapi. Akankah menjadi masalah seterusnya? Tentunya tidak. Hal ini dapat diatasi dengan merancang students' learning guide yang salah satunya lembar kerja siswa (LKS) dimana anak dibimbing untuk belajar menggunakan website pembelajaran secara online.
-to be continued-

0 comments:
Post a Comment